P E N T I N G !!!
..Berangkat SABTU DP HRS 3 MINGGU Sblmnya, Berangkat SELAIN SABTU DP BISA 2 MINGGU Sblmnya..
Website counter

Friday, June 18, 2010

Pesan Dari Wahyu Seribu Tour

你好吗....!

Salam Petualang....!
Bermula dari kecintaan akan adventure travelling....lahirlah Wahyu Seribu Tour yang merupakan Paket Wisata ke Kepulauan Seribu, yang selain seru harganya terjangkau/hemat bagi banyak kalangan.
Seperti halnya Anda..perorangan atau keluarga yang menginginkan wisata petualangan yang terbaik sering terkendala oleh budget yang ada...sehingga terpaksa menunda atau bahkan melupakannya! Tapi...itu dulu! Sekarang Anda bisa menikmati petualangan dan sensasi yang mempesona dari Kepulauan Seribu ini dengan..harga terjangkau!
Anda bisa check Harga Paket Wisata,Fasilitas,Informasi dll di halaman blog ini terlebih dahulu, kemudian mengisi Lembar Konfirmasi Peserta Wisata yang kami kirimkan.
Pembayaran DP30% Tunai Transfer ke Bank Mandiri KCP Jakarta Wisma Metropolitan 12208 No Rek: 122-00-0575578-3 a/n: Tri Tenoyo bisa segera Anda lakukan (beserta Lembar Konfirmasi yang sudah terisi) untuk pemesanan penginapan/cottage terlebih dulu...ini penting mengingat kamar cottage bisa full booked terutama pada musim liburan...KAMI BELUM BOOKING COTTAGE JIKA DP BELUM KAMI TERIMA walaupun calon peserta sudah mengembalikan Lembar Konfirmasi Peserta Wisata ke kami...karena kami memprioritaskan kamar villa untuk peserta lain yang sudah DP.
Pembayaran DP adalah 2 atau 3 minggu sebelum keberangkatan untuk hari biasa dan 1 bulan sebelumnya keberangkatan untuk weekend,long weekend atau musim liburan.
Agar Anda percaya,yakin,tenang dan aman dalam bertranksaksi dengan kami silahkan Anda pelajari dulu Profile Kami yang dapat Anda download di halaman blog ini.
Akhir kata dari kami.....Selamat Menikmati Liburan yang seru, menyenangkan dan tak terlupakan di Kepulauan Seribu! 谢谢
Regards,
Wahyu Seribu Tour
Jl.Kancil I/B/40 Perum Cikarang Baru RT/RW 002/007
Sertajaya,Cikarang Timur-Bekasi
Contact Person:
Bp Tri Tenoyo (Marketing Wahyu Seribu Tour) di 081808998885(sms) email: seribu.pulau1@gmail.com.Kami yang akan kontak Anda jika sudah terjadi deal.





Thursday, June 17, 2010

Sertifikasi Ikan Hias Laut di Kepulauan Seribu


Ikan hias laut merupakan salah satu komoditas yang mempunyai potensi ekonomi. Tetapi pemanfaatannya diduga berkorelasi negatif dengan tutupan ekosistem terumbu karang.Tutupan karang keras di Kepulauan Seribu sejak tahun 2004 relatif masih kisaran 30%. Terlihat dari angka 32,69% (2004), 33,61% (2005) dan 31,33% (2007). Kawasan tutupan karang yang rendah sebagian besar terletak dari arah selatan yang mendekati Teluk Jakarta (sumber: Terumbu Karang Jakarta, 2007).

Hasil penelitian Suku Dinas (Sudin) Perikanan dan Kelautan Kepulauan Seribu,bahwa terangi (2007) menunjukkan lokasi pengamatan paling selatan meliputi Pulau Bidadari menunjukkan tutupan karangnya hanya 0,38%. hal ini bisa dikatakan bahwa ekosistem ini bukan lagi ekosistem terumbu karang.
Selain itu, pengaruh limpasan limbah cair dan padat dari daratan DKI Jakarta dan sekitarnya berperan besar dalam penurunan kondisi ekosistem terumbu karang di Kepulauan Seribu. Misalnya, limbah rumah tangga, limbah pabrik, logam berat dan minyak digelontorkan oleh 13 sungai yang bermuara di Teluk Jakarta. Setidaknya 14.000 m3 sampah setiap harinya masuk ke wilayah Teluk Jakarta sehingga pempengaruhi produksi ikan menurunkan 38% pada tahun 2002 (Terangi, 2008).

Kerusakan ekosistem laut, khususnya terumbu karang di Kepulauan Seribu, selain faktor limbah dari 13 sungai tadi, ada juga ulah manusia seperti penggunaan cara-cara penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan (potassium dan bom), buangan limbah cair maupun padat maupun pengambilan karang untuk bahan bangunan.

Sertifikasi ikan hias di Kepulauan Seribu merupakan salah satu upaya masyarakat, pengusaha, pemerintah dan LSM secara bersama-sama untuk mengelola pemanfaatan sumberdaya laut. Khususnya ikan hias secara berkesinambungan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteran masyarakat sekaligus melakukan upaya konservasi.

Program Sertifikasi bekerjasama dengan MAC (Marine Aquarium Council) dan Terangi (Terumbu Karang Indonesia) ini, merupakan upaya penerapan prosedur yang menguji praktek-praktek atau proses pemanfaatan organisme akuarium laut sesuai standar MAC. Adapun standar MAC diberlakukan untuk mencapai kesehatan ikan dan karang yang optimal. Kesehatan dan keselamatan nelayan, pengelolaan wilayah pemanfaatan menuju pelestarian ekosistem penelusuran asal usul ikan dan karang serta pemanfaatan sumberdaya perikanan berkelanjutan.

Program sertifikasi ikan hias di Kelurahan Pulau Panggang Kepulauan Seribu,dimulai sejak tahun 2006, diawali dengan sosialisasi, pelatihan dan pemberian sertifikasi terhadap pelaku usaha ikan hias yang mempunyai komitmen untuk menangkap ikan hias dengan cara-cara yang ramah lingkungan. Sejak diberlakukan program tersebut. Maka,hasilnya telah mencapai 70% yang dirasakan masyarakat pelaku usaha ikan hias (nelayan dan pengumpul) yang berkomitmen. sedangkan sisanya 30% masih dalam tahap penjajakan. Diharapkan, awal tahun 2010 nanti seluruh pelaku usaha ikan hias di Kepulauan Seribu punya niat serta berkomitmen untuk melestarikan terumbu karang yang ada Kepulauan Seribu.

Keuntungan yang didapat dari penerapan program sertifikasi tesebut untuk membantu upaya-upaya pengelolaan sumberdaya terumbu karang melalui pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan serta bertanggung jawab untuk menciptakan insentif terhadap konservasi terumbu karang. Selain itu, tetap menjaga kesehatan maupun kualitas ikan maupun jenis-jenis yang dimanfaatkan untuk akuarium laut serta menjaga kelangsungan mata pencaharian para nelayan penghasil ikan hias.

Disadari, untuk menghilangkan cara-cara tidak ramah lingkungan dalam upaya penangkapan ikan di Kepulauan Seribu DKI Jakarta, namun bukanlah suatu halangan, yang penting semua pihak punya niat serta tujuan untuk melestarikan lingkungan dalam laut. tidak mustahil niat baik itu bisa tercapai, asalkan kita harus selalu optimis


Oleh: Liliek Litasari
DikutiP dari berbagai sumber

Thursday, June 10, 2010

HARTA BAWAH LAUT - LEBIH DARI 38 SITUS ADA DI KEPULAUAN SERIBU


Kepulauan Seribu yang merupakan salah satu tujuan wisata di Jakarta ternyata menyimpan kekayaan bawah laut yang luar biasa. Di kawasan tersebut diperkirakan terdapat lebih dari 38 situs benda cagar budaya bawah air dari kapal karam kuno yang tenggelam ratusan tahun lalu.

"apa pun potensi yang ada di perairan bawah laut Taman Nasional Kepulauan Seribu tidak dibenarkan diangkat tanpa izin. "


Hal itu diungkapkan Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Joko Prihatno pada "Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pelestarian Peninggalan Bawah Air" yang digelar Direktorat Peninggalan Bawah Air Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Rabu (28/4/2010) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta.

"Sebagai kawasan konservasi, apa pun potensi yang ada di perairan bawah laut Taman Nasional Kepulauan Seribu tidak dibenarkan diangkat tanpa izin. Bahkan, untuk kepentingan penelitian harus mendapatkan izin penelitian," katanya.

Menurut Joko, keberadaan situs ini perlu disurvei lebih lanjut sehingga bisa dimanfaatkan untuk wisata bawah laut sebagai salah satu daya tarik wisatawan. Dalam pengelolaannya, Taman Nasional Kepulauan Seribu akan tetap mengacu pada Pasal 19, 27, 32, dan 33 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Kawasan Konservasi.

Lien Dwiari dari Direktorat Bawah Air Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengatakan, peninggalan arkeologi bawah air merupakan warisan budaya yang bernilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, terutama untuk pembentukan jati diri bangsa. Pengembangan nilai-nilai kemaritiman masa kini dan masa depan.

Kepala Seksi Perlindungan Direktorat Peninggalan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Kosasih Bismantara mengatakan, benda cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang penting artinya bagi pemahaman, pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. (NAL)

Sunday, June 6, 2010

KABUPATEN ADMINISTRASI KEPULAUAN SERIBU




Administrasi Kepulauan Seribu adalah sebuah kabupaten administrasi di Provinsi DKI Jakarta, Indonesia. Wilayahnya meliputi gugusan kepulauan di Teluk Jakarta.

Bupatinya saat ini adalah Drs. Burhanuddin,MM, sedangkan Wakil Bupatinya adalah Natsir Sabara, SE., M.Si[2]. Sebelumnya wilayah Kepulauan Seribu merupakan salah satu kecamatan di Kotamadya Jakarta Utara.

Pusat pemerintahan kabupaten ini terletak di Pulau Pramuka yang mulai difungsikan sebagai pusat pemerintahan kabupaten sejak tahun 2003. Terdapat dua Kecamatan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yakni Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan dengan Camatnya Drs. Satriadi Gunawan, M.Si dan Wakil Camatnya Arief Wibowo, S,IP, M.Si Sekcamnya Muh. Yasin Kurniawan P. dan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dengan Camatnya Dr. Edy Junaedi, M.Si.

Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan membawahi tiga kelurahan yaitu Kelurahan Pulau Tidung dengan Lurahnya Mustarom, Kelurahan Pulau Pari, dan Kelurahan Pulau Untung Jawa dengan Lurahnya Eko Suroyo, S.Sos, M.Si. Kecamatan Kepulauan Seribu Utara membawahi tiga kelurahan juga yaitu Kelurahan Pulau Kelapa dengan Lurah HD Isyanto, Kelurahan Pulau Harapan dengan Lurah M.Ali, dan Kelurahan Pulau Panggang dengan Lurahnya Ismail

Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mempunyai jumlah penduduk sebanyak lebih kurang 20.000 jiwa yang tersebar di sebelas pulau-pulau kecil berpenghuni. Kesebelas pulau tersebut di antaranya Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, dan Pulau Sebira. Selain pulau-pulau berpenghuni, terdapat pula beberapa pulau yang dijadikan sebagai pulau wisata, seperti Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Kotok Besar, Pulau Puteri, Pulau Matahari, Pulau Sepa, dan sebagainya.

Di wilayah kabupaten ini terdapat pula sebuah zona konservasi berupa taman nasional laut bernama Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNKS). Sebagai daerah yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan dan di dalamnya juga terdapat zona konservasi, maka tidaklah mengherankan bilamana pengembangan wilayah kabupaten ini lebih ditekankan pada pengembangan budidaya laut dan pariwisata. Dua sektor ini diharapkan menjadi prime-mover pembangunan masyarakat dan wilayah Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu.

PULAU PRAMUKA


Pulau Pramuka - Kepulauan Seribu tidak hanya memiliki keindahan bawah air, sehingga menjadi salah satu tempat wisata bahari terfavorit versi majalah National Geoghraphic 2009, tetapi juga memiliki potensi wisata sejarah yang tidak kurang menariknya bisa dikemas dengan baik.

"Potensi wisata sejarah itu akan menjadi lebih menarik bila Direktorat Perlindungan Bawah Air bersedia menyerahkan benda cagar budaya hasil pengangkatan dari situs bawah air. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu perlu membuat museum sejarah di Kepulauan Seribu," kata Edy Juanedi, Camat Kepulauan Seribu Utara, pada acara Sosialisasi PeningkatanPeran Masyarakat dalam Penanganan Peninggalan Bawah Air.

Potensi wisata sejarah di Kepulauan Seribu meliputi makam Habib Ali bin Ahmad bin Zen Al Aidid di Pulau Panggang (wafat 15 Mei 1895), Kantor eks Asisten Resident Duizen Eilanden di Pulau Panggang (dibangun tahun 1880-an), makam legenda Darah Putih di Pulau Panggang, makam Syarif Maulana Syarifudin (kerabat Kesultanan Banten) di Pulau Kelapa, dan makam Sultan Mahmud Zakaria (kerabat Kesultanan Banten) di Pulau Panjang.


Edy Junaedi menjelaskan, lokasi untuk museum sejarah sebenarnya sudah ada, yaitu di kantor eks Asisten Resident Duizen Eilanden di Pulau Panggang, yang saat ini digunakan sebagai Kantor Lurah Pulau Panggang.

Menurut rencana, tahun 2011 Kantor Lurah Pulau Panggang akan dibangun di lokasi yang baru, sehingga gedung lama dapat direvitalisasi menjadi museum sejarah dan budaya untuk menyimpan benda cagar budaya, dan diorama singkat sejarah Kepulauan Seribu. Sedangkan situs BCB di perairan Kepulauan Seribu harus tetap dijaga kelestariannya sebagai sebuah situs dan terus menerus dipublikasikan, sehingga menjadi daya tarik bagi penyelam sebagaimana yang terdapat di Raja Ampat.

"Dengan pengembangan pariwisata sejarah dan budaya, saya yakin pada saatnya nanti Kepulauan Seribu akan mampu menjadi daerah tujuan wisata favorit sebagaimana halnya Bali. Masyarakat akan ikut merasakan dampak positif dari berkembangnya pariwisata berbasis komunitas di daerahnya, yaitu meningkatnya kesejahteraan masyarakat," katanya. (kompas/puser)

KABUPATEN KEPULAUAN SERIBU

Wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu mencakup wilayah daratan dan lautan dengan sekurangnya terdapat 110 pulau. Kepulauan Seribu, di samping sangat eksotik, juga menyimpan banyak cerita dari masa lalu. Misalnya di Pulau Kelor, dimana terdapat benteng yang melindungi galangan kapal di Pulau Onrust dan banyak lagi lainnya.Luas wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu saat ini mencapai 11.80 Km2 dan secara administratif dibagi menjadi 2 Wilayah Kecamatan 6 Kelurahan.

KECAMATAN LUAS(Km2) KELURAHAN
Kep. Seribu Utara 7.90 3
Kep. Seribu Selatan 3.90 3
TOTAL 11.80 6


KEPULAUAN SERIBU UTARA
Kelurahan:
Pulau Panggang
Pulau Kelapa
Pulau harapan

KEPULAUAN SERIBU SELATAN
Kelurahan:
Pulau Untung Jawa
Pulau Tidung
Pulau Pari

KABUPATEN KEPULAUAN SERIBU

Wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu mencakup wilayah daratan dan lautan dengan sekurangnya terdapat 110 pulau. Kepulauan Seribu, di samping sangat eksotik, juga menyimpan banyak cerita dari masa lalu. Misalnya di Pulau Kelor, dimana terdapat benteng yang melindungi galangan kapal di Pulau Onrust dan banyak lagi lainnya.Luas wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu saat ini mencapai 11.80 Km2 dan secara administratif dibagi menjadi 2 Wilayah Kecamatan 6 Kelurahan.

KECAMATAN LUAS(Km2) KELURAHAN
Kep. Seribu Utara 7.90 3
Kep. Seribu Selatan 3.90 3
TOTAL 11.80 6


KEPULAUAN SERIBU UTARA
Kelurahan:
Pulau Panggang
Pulau Kelapa
Pulau harapan

KEPULAUAN SERIBU SELATAN
Kelurahan:
Pulau Untung Jawa
Pulau Tidung
Pulau Pari